Taaruf Gerakan Pandu Hidayatullah

KEPANDUAN HIDAYATULLAH






A. PENGERTIAN ISTILAH
1. Gerakan
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), gerakan adalah (1) perbuatan atau keadaan bergerak (air, laut, mesin); 2 pergerakan, usaha, atau kegiatan dalam lapangan sosial (politik dsb).
2. Kader dan kaderisasi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu pengertian kader adalah “orang yang diharapkan akan memegang peran yang penting dalam pemerintahan, partai, dsb.” Sedangkan pengaderan adalah “proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader.”
Adapun istilah didik atau mendidik maknanya adalah “memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.” Selanjutnya, istilah pendidikan maknanya adalah: “proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.”

3. Pandu dan kepanduan
Ada beberapa makna untuk istilah pandu. Namun, yang dimaksud dengan pandu disini adalah “anggota perkumpulan pemuda yang berpakaian seragam khusus, bertujuan mendidik anggotanya supaya menjadi orang yang berjiwa kesatria, gagah berani, dan suka menolong sesama makhluk.” Sehingga, yang dimaksud dengan kepanduan adalah “perihal pandu; urusan (gerakan dsb) pandu.”






4. Hidayatullah
Nama Hidayatullah diambil dari organisasi induk yang menaungi gerakan kepanduan ini. Hidayatullah adalah gerakan dakwah yang merupakan salah satu bagian dari keseluruhan kaum muslimin (jama’atun min jama’aa-til muslimin). Hidayatullah adalah organisasi massa Islam yang berbasis kader.
 Hidayatullah merupakan kelanjutan dari Pesantren Hidayatullah dan cabang-cabangnya yang didirikan pertama kali oleh Ustadz Abdullah Said pada hari Senin, tanggal 1 Mu-harram 1393 H bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1973 M di Balikpapan, Kalimantan Timur
5. Gerakan Pandu Hidayatullah
Berdasarkan definisi-definisi diatas, maka yang dimaksud dengan Gerakan Pandu Hidayatullah adalah: suatu aktifitas pengaderan santri Hidayatullah yang bertujuan mendidik anggotanya supaya menjadi generasi yang siap menjadi pelanjut perjuangan Islam melalui organisasi Hidayatullah.
Untuk memudahkan penyebutan, Gerakan Pandu Hidayatullah disebut Pandu Hidayatullah saja.

A. MAKSUD DAN TUJUAN GERAKAN PANDU HIDAYATULLAH
Tujuan GERAKAN PANDU HIDAYATULLAH adalah untuk:
1. Memberikan bekal keilmuan (tsaqafah islamiyah), mental spiritual (ruhiyah), dan kesamaptaan fisik (jasadiyah)
2. Mendidik para santri agar memiliki jiwa kepemimpinan, ksatria, mandiri, rela berkorban dan setia kawan.
3. Memberikan wadah bagi para santri untuk mengaktualisasikan semangat keIslaman dalam praktek sehari-hari.
4. Melahirkan kader-kader pelanjut perjuangan Islam melalui Hidayatullah

B. ATRIBUT-ATRIBUT PANDU HIDAYATULLAH
1. LOGO:
 









a. Bentuk
Bentuk dari lambang Pandu Hidayatullah  adalah garis segi empat  yang di dalamnya terdiri dari :
1) Bulan sabit
2) Logo Hidayatullah
3) Tulisan “ PANDU HIDAYATULLAH” dengan font Times New  Roman
4) Tulisan font MCS shafa E_U normal; contoh :  لا عزة إلا بالإسلام

b. Warna
1) Warna dasar logo putih
2) Warna garis persegi hitam
3) Warna bulan sabit merah
4) Warna tulisan Pandu Hidayatullah hitam
5) Warna logo Hidayatullah sesuai aslinya
6) Warna tulisan لا عزة إلا بالإسلام adalah hitam
c.  Makna simbol:
1) Kotak persegi melambangkan ka’bah yang menjadi kiblat dan simbol persatuan umat Islam.
2) Bulan sabit melambangkan ciri khas ke-Islaman, bulan sabit adalah posisi bulan di awal kemunculannya. Bulan sabit ini sedang berproses menuju kesempurnaan yaitu ketika bulan purnama yang bersinar terang diatas kegelapan malam. Warna MERAH pada simbol bulan sabit melambangkan keberanian, kepatriotan dan kepahlawan.
3) Logo Hidayatullah melambangkan anggota gerakan kepanduan ini  bagian dari jama’ah Hidayatullah
4) Tulisan Pandu Hidayatullah  menunjukkan nama organisasi; Pandu artinya anggota perkumpulan pemuda yang berjiwa kesatria, gagah dan pemberani sedangkan Hidayatullah bermakna bagian dari jamaah Hidayatullah

5) Warna dasar putih melambangkan kesucian
6) Tulisan  بالإسلام إلا عزة لا menjadi motto pandu Hidayatullah yang menyatakan kemuliaan itu hanyalah dengan Islam
7)  Makna filosofi : Kader Pandu Hidayatullah adalah para pemuda Islam yang bergerak dalam ikatan kokoh untuk membangkitkan kembali kemulian dan kebesaran Islam seperti bulan sabit yang akan menjadi bulan purnama menyinari alam raya seisinya.
 
2. BENDERA/PANJI
Ketentuan bendera:






a. Berbentuk segi empat panjang. Lebarnya dua pertiga dari panjang
b. Berwarna dasar putih
c. Di tengah-tengah bendera terpampang logo Pandu  Hidayatullah
d. Ukuran bendera :

No
Nama Kesatuan
Ukuran Bendera
Jumlah kader
Nama pemimpin
1
Fi’ah
40 x 60 cm
7-14 orang
Rois fi’ah
2
Fashilah
60 x 90 cm
20 s/d 65 orang
Qoidul Fashilah
3
Sariyyah
80 x 120 cm
56 s/d 500 orang
Qoiduth Thoifah
4
Katibah
100 x 150 cm
501 s/d 2500 orang
Qoidul Katibah
5
Faylaq
120 x 180 cm
2501  orang atau lebih
Qoidul Firqoh  


3.  SERAGAM

Seragam putra
· Seragam Ruangan
a. Gamis putih selutut
b. Rompi hitam, pada bagian belakang bertuliskan Pandu  Hidayatullah di baris pertama, dan di bawahnya bertuliskan lokasi, seperti “Ma’had Hidayatullah Timika”
c. Kopyah Pandu Hidayatullah, berwarna senada dengan rompi (sesuai contoh)
d. Celana PDL hitam (untuk ruangan dan lapangan sesuai contoh)
e. Bersepatu hitam

· Seragam lapangan
a. Kaos lengan panjang warna orange (warna SAR) dengan paduan ban/variasi berwarna hijau lumut  berlogo Pandu Hidayatullah sesuai dengan jenjang kecakapan masing-masing.
b. Celana PDL hitam (untuk ruangan dan lapangan sesuai contoh)
c. Topi rimba hitam berlogo Pandu  Hidayatullah
d. Bersepatu hitam menutup mata kaki (lihat contoh)
e. Syal segitiga berlogo pandu Hidayatullah, berwarna orange

Seragam putri

· Seragam Ruangan
a. Jubah warna Hitam
b. Jilbab warna putih
c. Kaos kaki warna gelap
d. Bersepatu hitam

· Seragam lapangan :
a. Jubah warna Hitam
b. Jilbab warna orange

4. TANDA KECAKAPAN

a. Tingkat mubtadi’ Logo pandu Hidayatullah dengan warna dasar hijau muda
b. Tingkat mutawassith Logo pandu Hidayatullah dengan warna dasar kuning
c. Tingkat muntahi Logo pandu Hidayatullah dengan warna dasar biru muda

C. RAMBU-RAMBU PANDU HIDAYATULLAH
1. Motto gerakan pandu Hidayatullah
لا عزة إلا بالإسلام
Tiada kemuliaan kecuali dengan Islam.
2. Lima Karakter Dasar Kader Hidayatullah
a) Saliimul  aqidah (beraqidah lurus)
b) Mutakholliqun bil Quran (berakhlak qur’an)
c) Mujiddun fil  ‘ibadah (giat beribadah)
d) Da’in ilallah (berdakwah di jalan Allah)
e) Multazimun bil jama’ah (berkomitmen kepada jamaah)

3. Ikrar Pandu Hidayatullah
a) Allah Robb kami
b) Rasulullah tauladan kami
c) Islam agama kami
d) Al-Quran pedoman Hidup kami
e) Dakwah dan jihad jalan Hidup kami
f) Ridlo Allah cita-cita tertinggi kami

4. Senandung nasyid ‘Pandu Hidayatullah’
‘PANDU HIDAYATULLAH’
Karya: M. Syakir Syafi’i

Laa ‘izzata illa bil Islam (4x)

Mulia pribadinya, Pandu Hidayatullah
Lurus aqidahnya, al-Quran-lah akhlaknya             2x
Semangat beribadah, dakwah menuju Allah
Komitmen berjamaah tegak Islam kaffah

Bangkit dan majulah, Pandu Hidayatullah
Raih kemuliaan dengan cahaya Islam                 2x
Tebarkan rahmat-Nya ke penjuru dunia
Dengan dakwah dan jihad fi sabilillah ---------- 2x

Mulia pribadinya, Pandu Hidayatullah
Lurus aqidahnya, al-Quran-lah akhlaknya             2x
Semangat beribadah, dakwah menuju Allah
Komitmen berjamaah tegak Islam kaffah

Maju terus maju, Pandu Hidayatullah
Hingga kita menang atau syahid di jalan-Nya         2x
Janji Allah pasti tuk mujahid sejati
Bersama Ridha-Nya, nikmat Allah tertinggi ------- 3x

Allahu Akbar !!

D. ORGANISASI DAN SATUAN GERAKAN PANDU HIDAYATULLAH
a.  Satuan Pandu
Dalam rangka menjadikan gerakan ini lebih efektif maka diperlukan struktur dan organisasi mulai tingkat level paling kecil sampai dengan level paling atas. Atau dalam kata lain perlu juga dibuat satuan-satuan yang menunjukan struktur organisasi yang berorientasi pada kepemimpinan dan komando kesatuan. Adapun pembagian kesatuan dan struktur organisasi adalah sebagai berikut:
1. Jika dalam suatu tempat terdapat 7 sampai dengan 10 peserta didik akan dibentuk satuan kelompok yang dinamakan Fi’ah ( الفئة ), yang dipimpin oleh seorang Ro’isul Fi’ah ( رئيس الفئة ).
2. Jika dalam suatu tempat terdapat 2 sampai dengan 5 Fi’ah, akan dibentuk satuan kelompok yang dinamakan Fashilah ( الفصيلة ), terdiri dari 11 s/d 50 peserta didik, yang dipimpin oleh seorang Ro’isul Fashilah ( رئيس الفصيلة ).
3. Jika dalam suatu tempat terdapat 2 sampai dengan 5 Fashilah, akan dibentuk satuan kelompok yang dinamakan Sariyyah ( السرية ), terdiri dari 51 s/d 500 peserta didik, yang dipimpin oleh seorang Amirus Sariyyah ( أمير السرية ).
4. Jika dalam suatu tempat terdapat 2 sampai dengan 5 Sariyyah, akan dibentuk satuan kelompok yang dinamakan Katibah ( كتيبة ). Terdiri dari 501 s/d 2500 peserta didik, yang dipimpin oleh seorang Amirul Katibah ( أمير الكتيبة ).
5. Jika dalam suatu tempat terdapat 2 atau lebih satuan Katibah, akan dibentuk satuan kelompok yang dinamakan Faylaq ( فيلق ), terdiri dari 2501  peserta didik atau lebih, yang dipimpin oleh seorang Qo’dul Faylaq ( قائد الفيلق ).

*)dikutip dari Modul Kepanduan Hidayatullah

Komentar

Postingan Populer